Dwelling Time Lelet, Jokowi Tegur Pengelola Pelabuhan
Presiden Joko Widodo tegur
beberapa pengelola pelabuhan yang masih lamban melakukan waktu bongkar muat (dwelling
time).
Jokowi menyatakan ada beberapa pelabuhan yaitu Pelabuhan Tanjung Perak, Pelabuhan Belawan, dan Pelabuhan Makassar yang masih memakan waktu bongkar muat selama tujuh sampai delapan hari. Dia inginkan waktu bongkar muat selama dua hari.
Jokowi menyatakan ada beberapa pelabuhan yaitu Pelabuhan Tanjung Perak, Pelabuhan Belawan, dan Pelabuhan Makassar yang masih memakan waktu bongkar muat selama tujuh sampai delapan hari. Dia inginkan waktu bongkar muat selama dua hari.
"Saya
minta agar Pelabuhan Tanjung Perak, Belawan, Makassar, semua dwelling
time diperbaiki segera. Di Belawan masih 7-8 hari. Jangan sampai masih
7-8 hari. Mau bersaing kayak apa kalau kita masih 7-8 hari," tegas Jokowi,
saat peresmian Terminal Peti Kemas 1 Kalibaru, Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Ia menjelaskan seluruh negara saat ini sedang berbenah menyongsong persaingan global. Indonesia seharusnya tidak ketinggalan dan diam di satu tempat. Dengan pembangunan infrastruktur seperti saat ini diyakininya dapat mendorong tingkat competitiveness.
"Saya akan perintahkan Kapolri ke Belawan, Tanjung Perak, kalau di sini (Pelabuhan Tanjung Priok) bisa 2-3 hari (dwelling time), di sana juga harus bisa," pintanya.
Presiden RI ke 7 ini menambahkan, bangsa Indonesia tidak boleh jadi penonton dalam persaingan ini. Jokowi menginginkan Indonesia dapat bersaing dalam kompetisi ekonomi global dengan membangun segala jenis infrastruktur seperti pelabuhan, jalan, dan bandara. Hal itu semata-mata untuk menggencet biaya logistik.
"Kita tidak boleh jadi penonton dalam persaingan global, penonton dalam era kompetisi. Agar kita bisa memenangkan persaingan/ kompetisi. Membuat ekonomi semakin kompetitif, berdaya saing," jelas dia.(***)
Ia menjelaskan seluruh negara saat ini sedang berbenah menyongsong persaingan global. Indonesia seharusnya tidak ketinggalan dan diam di satu tempat. Dengan pembangunan infrastruktur seperti saat ini diyakininya dapat mendorong tingkat competitiveness.
"Saya akan perintahkan Kapolri ke Belawan, Tanjung Perak, kalau di sini (Pelabuhan Tanjung Priok) bisa 2-3 hari (dwelling time), di sana juga harus bisa," pintanya.
Presiden RI ke 7 ini menambahkan, bangsa Indonesia tidak boleh jadi penonton dalam persaingan ini. Jokowi menginginkan Indonesia dapat bersaing dalam kompetisi ekonomi global dengan membangun segala jenis infrastruktur seperti pelabuhan, jalan, dan bandara. Hal itu semata-mata untuk menggencet biaya logistik.
"Kita tidak boleh jadi penonton dalam persaingan global, penonton dalam era kompetisi. Agar kita bisa memenangkan persaingan/ kompetisi. Membuat ekonomi semakin kompetitif, berdaya saing," jelas dia.(***)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar