Lounching (Pembukaan) Go Fish & Chicken , Pasar Larangan - Kec. Candi - Kab. Sidarjo, Minggu 25 September 2016.
Sabtu, 24 September 2016
Jumat, 16 September 2016
Dwelling Time
Dwelling Time Lelet, Jokowi Tegur Pengelola Pelabuhan
Presiden Joko Widodo tegur
beberapa pengelola pelabuhan yang masih lamban melakukan waktu bongkar muat (dwelling
time).
Jokowi menyatakan ada beberapa pelabuhan yaitu Pelabuhan Tanjung Perak, Pelabuhan Belawan, dan Pelabuhan Makassar yang masih memakan waktu bongkar muat selama tujuh sampai delapan hari. Dia inginkan waktu bongkar muat selama dua hari.
Jokowi menyatakan ada beberapa pelabuhan yaitu Pelabuhan Tanjung Perak, Pelabuhan Belawan, dan Pelabuhan Makassar yang masih memakan waktu bongkar muat selama tujuh sampai delapan hari. Dia inginkan waktu bongkar muat selama dua hari.
"Saya
minta agar Pelabuhan Tanjung Perak, Belawan, Makassar, semua dwelling
time diperbaiki segera. Di Belawan masih 7-8 hari. Jangan sampai masih
7-8 hari. Mau bersaing kayak apa kalau kita masih 7-8 hari," tegas Jokowi,
saat peresmian Terminal Peti Kemas 1 Kalibaru, Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Ia menjelaskan seluruh negara saat ini sedang berbenah menyongsong persaingan global. Indonesia seharusnya tidak ketinggalan dan diam di satu tempat. Dengan pembangunan infrastruktur seperti saat ini diyakininya dapat mendorong tingkat competitiveness.
"Saya akan perintahkan Kapolri ke Belawan, Tanjung Perak, kalau di sini (Pelabuhan Tanjung Priok) bisa 2-3 hari (dwelling time), di sana juga harus bisa," pintanya.
Presiden RI ke 7 ini menambahkan, bangsa Indonesia tidak boleh jadi penonton dalam persaingan ini. Jokowi menginginkan Indonesia dapat bersaing dalam kompetisi ekonomi global dengan membangun segala jenis infrastruktur seperti pelabuhan, jalan, dan bandara. Hal itu semata-mata untuk menggencet biaya logistik.
"Kita tidak boleh jadi penonton dalam persaingan global, penonton dalam era kompetisi. Agar kita bisa memenangkan persaingan/ kompetisi. Membuat ekonomi semakin kompetitif, berdaya saing," jelas dia.(***)
Ia menjelaskan seluruh negara saat ini sedang berbenah menyongsong persaingan global. Indonesia seharusnya tidak ketinggalan dan diam di satu tempat. Dengan pembangunan infrastruktur seperti saat ini diyakininya dapat mendorong tingkat competitiveness.
"Saya akan perintahkan Kapolri ke Belawan, Tanjung Perak, kalau di sini (Pelabuhan Tanjung Priok) bisa 2-3 hari (dwelling time), di sana juga harus bisa," pintanya.
Presiden RI ke 7 ini menambahkan, bangsa Indonesia tidak boleh jadi penonton dalam persaingan ini. Jokowi menginginkan Indonesia dapat bersaing dalam kompetisi ekonomi global dengan membangun segala jenis infrastruktur seperti pelabuhan, jalan, dan bandara. Hal itu semata-mata untuk menggencet biaya logistik.
"Kita tidak boleh jadi penonton dalam persaingan global, penonton dalam era kompetisi. Agar kita bisa memenangkan persaingan/ kompetisi. Membuat ekonomi semakin kompetitif, berdaya saing," jelas dia.(***)
Jumat, 26 Agustus 2016
Minggu, 14 Agustus 2016
Sabtu, 30 Juli 2016
IBNU SINA
Ibnu Sina bernama lengkap Abū ‘Alī al-Husayn bin ‘Abdullāh bin Sīnā. Ibnu Sina lahir pada 980 M di Afsyahnah daerah dekat Bukhara, sekarang wilayah Uzbekistan (kemudian Persia). Ia berasal dari keluarga bermadzhab Ismailiyah sudah akrab dengan pembahasan ilmiah terutama yang disampaikan oleh ayahnya. Orang tuanya adalah seorang pegawai tinggi pada pemerintahan Dinasti Saman. Ia dibesarkan di Bukharaja serta belajar falsafah dan ilmu-ilmu agama Islam.
Saat berusia 10 tahun dia banyak mempelajari ilmu agama Islam dan berhasil menghafal Al-Qur'an. Ia dibimbing oleh Abu Abdellah Natili, dalam mempelajari ilmu logika untuk mempelajari buku Isagoge dan Prophyry, Eucliddan Al-Magest Ptolemus. Setelah itu dia juga mendalami ilmu agama dan Metaphysics Plato dan Arsitoteles.
Suatu ketika dia mengalami masalah saat belajar ilmu Metaphysics dari Arisstoteles. Empat Puluh kali dia membacanya sampai hafal setiap kata yang tertulis dalam buku tersebut, namun dia tidak dapat mengerti artinya. Sampai suatu hari setelah dia membaca Agradhu kitab ma waraet thabie’ah li li Aristho-nya Al-Farabi (870 - 950 M), semua persoalan mendapat jawaban dan penjelasan yang terang benderang, bagaikan dia mendapat kunci bagi segala ilmu Metaphysics.
Setelah berhasil mendalami ilmu-ilmu alam dan ketuhanan, Ibnu Sina merasa tertarik untuk mempelajari ilmu kedokteran. Ia mempelajari ilmu kedokteran pada Isa bin Yahya. Meskipun secara teori dia belum matang, tetapi ia banyak melakukan keberhasilan dalam mengobati orang-orang sakit. Setiap kali menghadapi kesulitan, maka ia memohon kepada Allah agar diberikan petunjuk, maka didalam tidurnya Allah memberikan pemecahan terhadap kesulitan-kesulitan yang sedang dihadapinya.
Suatu ketika saat Amir Nuh Bin Nasr sedang menderita sakit keras. Mendengar tentang kehebatan yang dimiliki oleh Ibnu Sina, akhirnya dia diminta datang ke Istana untuk mengobati Amir Nuh Bin Nasr sehingga kesehatannya pulih kembali. Sejak itu, Ibnu Sina menjadi akrab dengan Amir Nuh Bin Nasr yang mempunyai sebuah perpustakaan yang mempunyai koleksi buku yang sangan lengkap di daerah itu. Sehingga membuat Ibnu Sina mendapat akses untuk mengunjungi perpustakaan istana yang terlengkap yaitu Kutub Khana.
Berkat perpustakaan tersebut, Ibnu Sina mendapatkan banyak ilmu pengetahuan untuk bahan-bahan penemuannya. Pada suatu hari perpustakaan tersebut terbakar dan orang-orang setempat menuduh Ibnu Sina bahwa dirinya sengaja membakar perpustakaan tersebut, dengan alasan agar orang lain tidak bisa lagi mengambil manfaat dari perpustakaan itu.
Ibnu Sina lahir di zaman keemasan Peradaban Islam. Pada zaman tersebut ilmuwan-ilmuwan muslim banyak menerjemahkan teks ilmu pengetahuan dari Yunani, Persia dan India. Teks Yunani dari zaman Plato, sesudahnya hingga zaman Aristoteles secara intensif banyak diterjemahkan dan dikembangkan lebih maju oleh para ilmuwan Islam.
Pengembangan ini terutama dilakukan oleh perguruan yang didirikan oleh Al-Kindi. Pengembangan ilmu pengetahuan di masa ini meliputi matematika, astronomi, Aljabar, Trigonometri, dan ilmu pengobatan. Pada zaman Dinasti Samayid dibagian timur Persian wilayah Khurasan dan Dinasti Buyid dibagian barat Iran dan Persian memberi suasana yang mendukung bagi perkembangan keilmuan dan budaya. Di zaman Dinasti Samaniyah, Bukhara dan Baghdad menjadi pusat budaya dan ilmu pengetahun dunia Islam.
Saat berusia 22 tahun, ayah Ibnu Sina meninggal dunia. Pemerintahan Samanid menuju keruntuhan. Masalah yang terjadi dalam pemerintahan tersebut akhirnya membuatnya harus meninggalkan Bukhara. Pertama ia pindah ke Gurganj, ia tinggal selama 10 tahun di Gurganj. Kemudia ia pindah dari Gurganj ke Nasa, kemudian pindah lagi ke Baward, dan terus berpindah-pindah tempat untuk mempelajari ilmu baru dan mengamalkannya.
Shams al-Ma’äli Qäbtis, seorang penyair dan sarjana, yang mana Ibnu Sina mengharapkan menemukan tempat berlindung, dimana sekitar tahun (1052) meninggal dibunuh oleh pasukannya yang memberontak. Ia sendiri pada saat itu terkena penyakit yang sangat parah. Akhirnya, di Gorgan, dekat Laut Kaspi, ia bertamu dengan seorang teman, yang membeli sebuah ruman didekat rumahnya sendiri di mana Ibnu Sina belajar logika dan astronomi. Beberapa dari buku panduan Ibnu Sina ditulis untuk orang ini, dan permulaan dari buku Canon of Medicine juga dikerjakan sewaktu dia tinggal di Hyrcania.
Karya-karya dari Ibnu Sina
Karya yang ditulis oleh Ibnu Sina diperkiranan antara 100 sampai 250 buah judul. Karya-karya Ibnu Sina yang terkenal dalam Filsafat adalah As-Shifa, An-Najat, danAl-Isyarat. Karyanya yang terkenal dalam bidang kedokteran adalah Al-Qanun. Kualitas karyanya yang bergitu luar biasa dan keterlibatannya dalam praktik kedokteran, mengajar, dan politik, menunjukkan tingkat kemampuan yang luar biasa. Selain itu, ia banyak menulis karangan-karangan pendek yang dinamakan Maqallah. Beberapa Karyanya diantara lain :
1 Al-Qanun fi Thib (aturan pengobatan)
2 Asy Syifa (terdiri dari 18 jilid berisi tentang berbagai macam ilmu pengetahuan)
3 Al-Inshaf (buku tentang keadilan sejati)
4 An-Najah (buku tentang kebahagiaan Jiwa)
5 Al-Musiqa (Buku tentang musik)
6 dan sebagainya.
Selain karya filsafatnya tersebut, Ibnu Sina meninggalkan sejumlah esai dan syair. Beberapa esainya yang terkenal adalah :
7 Hayy ibn Yaqzhan
8 Risalah Ath-Thair
9 Risalah fi Sirr Al-Qadar
10 Risalah fi Al- 'Isyq
11 Tahshil As-Sa'adah
Beberapa karya puisinya yaitu :
12 Al-Urjuzah fi Ath-Thibb
13 Al-Qasidah Al-Muzdawiyyah
14 Al-Qasidah Al- 'Ainiyyah
Dalam sejarah pemikiran filsafat abad pertengahan, sosok Ibnu Sina memperoleh penghargaan yang tinggi hingga masa modern. Ia adalah satu-satunya filsafat besar Islam yang telah berhasil membangun sistem filsafat yang lengkap dan terperinci, suatu sistem yang telah mendominasi tradisi filsafat muslim beberapa abad. Kehidupan Ibnu Sina dihabiskan untuk urusan negara dan menulis. Pada usia 58 tahun (428 H / 1037 M) Ibnu Sina meninggal dan dikuburkan di Hamazan. Ibnu Sina adalah contoh dari peradaban besar Iran di zamannya
Langganan:
Postingan (Atom)



